Studi Kasus: Pemulihan Total Media Online Lokal

0
30
Pemulihan Total Media Online Lokal

Pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit berbagi pengalaman dan buka-bukaan bagaimana cara saya melakukan pemulihan total media online lokal yang baru saja diretas oleh ‘orang yang dikenal’.

Singkat cerita bahwa media lokal ini mendapatkan sebuah masalah dimana domain situs utama expired pada akhir Juli. Kasusnya berawal dari si developer yang sebelumnya dipercaya memegang data mulai dari pembelian hingga perawatan situs. Sayangnya, dugaan saya bahwa seluruh keperluan situs client didapatkan secara illegal dengan pundi-pundi untung lipat ganda.

Jadi, pada artikel ini saya menjelaskan secara rinci dugaan, antisipasi, hingga pemulihan secara total media online lokal yang diretas.

Daftar Isi

Perundingan

Berdasarkan perundingan saya dengan client, saya mendapatkan informasi bahwa keseluruhatan data dapat diakses oleh developer sebelumnya. Hal ini sangat riskan dan dapat membuat si developer tersebut mengakses dan memanfaatkan apa saja yang ada didalamnya.

Kabarnya, hosting di beli di Niagahoster dengan masa aktif 3 tahun, sedangkan domain dibelikan oleh developer sebelumnya melalui penjual lepas (bukan layanan resmi) secara illegal.

Dugaan

Berdasarkan informasi yang saya kumpulkan dari client, si developer tidak dapat dihubungi sejak transfer renewal terakhir, yaitu 30 Juli lalu. Hingga saat ini developer tidak dapat dihubungi melalui sosial media, kontak, dan akses lainnya.

Akhirnya, saya menyimpulkan bahwa si developer tidak melakukan renewal domain sehingga menyebabkan domain expired dan situs tidak dapat diakses karena mungkin saja si penjual sudah menghilang ataupun si developer tidak memiliki akses untuk melakukan renewal.

Hal ini tentunya sangat merugikan client saya, apalagi PT sudah terbentuk.

Satu informasi yang membuat saya yakin bahwa developer ini bermasalah yaitu akses Instant Article client saya alamat pembayarannya diarahkan ke si developer, hingga saat ini si client belum mendapatkan akses apapun.

Pengumpulan Data

Saya mencoba melakukan antisipasi dengan cepat, mulai bergerak melakukan pengumpulan data secara menyeluruh. Saya mulai mengamankan data-data yang rentan diretas oleh developer sebelumnya.

Beberapa akses dasar yang saya amankan:

  • Akses email bisnis. Email ini terkait keseluruhan bisnis, mulai dari Google AdSense, data rekening, hingga beberapa data sensitif yang mungkin dapat disalahgunakan.
  • Akses hosting. Akses ini sebelumnya dapat diakses dengan mudah oleh developer karena dia menyimpan data yang dikirimkan client pada saat pembuatan website. Hal ini perlu diantisipasi karena memungkinkan si developer berulah kembali dengan cara mengacak-ngacak file/dokumen yang ada disana.
  • Akses sosial media. Guna mencegah penyalahgunaan identitas, saya mengganti seluruh data sosial media dan menambah beberapa langkah keamanan,

Pengambilan Keputusan

Setelah berhasil melakukan pengamanan data, saya dan client mulai melakukan perundingan terakhir, yaitu mengambil tindakan selanjutnya untuk memulihkan kembali situs website. Tentunya, domain yang sudah expired tersebut tidak dapat diambil lagi. Oleh karena itu, saya menawarkan domain ekstensi lokal untuk mengganti domain yang expired tersebut (alternatif terbaik).

Selain itu, domain lokal .id juga sangat bagus untuk membangun kembali situs karena media online ini tersedia dalam bahasa Indonesia. Tentunya tidak akan ada banyak perubahan.

Pemulihan Bagian I

Saya mulai membeli domain alternatif, yaitu dot id untuk menggantikan dot com yang sebelumnya tidak dapat diperpanjang lagi. Akhirnya, saya memilih Niagahoster untuk menjadi langganan saya hingga detik ini.

Saya menghubungkan DNS domain baru ke hosting yang sebelumnya sudah saya amankan juga, kebetulan seluruh websitenya masih utuh, hanya domain saja yang tidak ada lagi.

Saya juga telah menyusun beberapa layanan penyedia domain terbaik disini.

Pemulihan Bagian II

Setelah memastikan DNS terhubung dengan baik ke hosting, saya mengubah alamat situs dari dot com ke dot id. Karena nama bisnisnya masih sama, jadi saya tidak melakukan banyak hal disini, hanya beberapa perubahan pada database.

Sedikit rumit, karena situs ini menggunakan WordPress Multisite, apalagi sudah berjalan sejak 2016. Media online jika sudah bergerak lebih dari 2 tahun, berkas-berkasnya seperti gambar, artikel, itu sudah berjumlah ribuan, kapasitas penyimpanan bisa mencapai 20GB lebih.

Dengan pengalaman yang cukup, saya berhasil melakukan pemulihan total pada website yang mati suri ini.

Proses ini hanya memakan waktu 1 hari, akan sulit jika data-data tidak saya amankan terlebih dahulu.

Saya telah menyusun cara memulihkan situs WordPress disini.

Maintenance

Langkah selanjutnya untuk pencegahan saya mulai melakukan pemeliharaan situs secara keseluruhan. Saya mengecek seluruh gambar apakah ada yang hilang, kesehatan/kerentanan pada situs, pembaruan terkini dan melakukan beberapa hal yang membuat situs menjadi lebih baik.

Pada bagian ini sedikit memakan waktu karena terlalu banyak gambar yang berukuran besar (belum dikompress), jadi saya memasang plugin gratis yang khusus untuk mengompress seluruh gambar yang ada pada situs.

Plugin ini sangat membantu, namun memakan sumber daya hosting yang cukup besar . Oh ya, plugin yang terbaik di kelasnya untuk versi gratis. Kalau mau yang premium bisa berlangganan WP Smush Pro, tentunya ada beberapa fitur yang dapat dijadikan poin plus.

Saya telah menyusun secara mendalam plugin terbaik untuk maintenance situs disini.

Kesimpulan

Akhirnya, dengan penuh pertimbangan dan kerja pintar kini media online lokal kembali hadir untuk memberikan buletin harian. Dari kasus ini dapat kita simpulkan bahwa data-data dan akses yang memiliki potensi merugikan, sebaiknya dipegang oleh diri sendiri. Tentu saja, seperti hosting dan domain itu nyawa media online, baiknya memang dibeli sendiri di penyedia layanan terpercaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here